Home / artikel / Berkunjung di Rumah Berkah Al Arqam bin Abil Arqam
building door entrance exit
Photo by Pixabay on Pexels.com

Berkunjung di Rumah Berkah Al Arqam bin Abil Arqam

Siapapun yang pernah belajar Sirah Nabawiyah dan mempelajari kisah kehidupan Rasulullah ﷺ di Makkah, tidak akan asing dengan nama Al Arqam bin Abil Arqam. Beliau adalah sahabat yang rumahnya dijadikan markas dakwah Rasulullah ﷺ dan jadi saksi masuk Islamnya Hamzah serta Umar.

Alangkah indahnya jadi Al Arqam. Rumahnya jadi banjir berkah karena didatangi hampir setiap hari oleh Rasulullah ﷺ, Abu Bakar, Utsman, Sa’ad bin Abi Waqqash dan sahabat terjamin surga lainnya. Betapa senangnya ia, dipilih rumahnya oleh Rasulullah ﷺ sebagai tempat paling strategis untuk markas dakwah. Tak jauh dan tak terlalu dekat. Ia berada di sisi dekat bukit Shafa, hanya beberapa puluh meter saja dari Ka’bah.

Al Arqam bin Abil Arqam adalah anak muda dari keluarga terpandang, Bani Makhzum, satu keluarga besar dengan Abu Jahal. Hal itu membuat orang-orang Quraisy tidak terlalu curiga bahwa rumahnya dijadikan tempat rapatnya Kaum Muslimin.

Beliau memutuskan masuk Islam di usia yang sangat belia; 21 tahun. Belum lulus S1 kalo di zaman kita. Bahkan beliau terhitung sebagai orang yang pertama-tama masuk Islam, ada yang bilang ke-8 atau ke-12. Para ahli Sirah tidak banyak menyinggung kisah perjuangan Al Arqam bin Abil Arqam di Madinah, namun semuanya sepakat bahwa Al Arqam adalah seorang sahabat yang mengikuti semua pertempuran besar menemani Rasulullah ﷺ.

Setelah kemenangan di pertempuran Badar, secara khusus Rasulullah memberikan Al Arqam bin Abil Arqam sebilah pedang. Beliau wafat di Kota suci Madinah di era Kekhalifahan Muawiyah bin Abi Sufyan Radhiyallahu Anhu. Jasanya mewakafkan diri dan rumahnya untuk dakwah akan selalu terkenang oleh setiap kita yang mempelajari sejarah pahlawan-pahlawan.

Sumber :
1. Siyar A’laam An Nubala, Imam Adz Dzahabi
2. Asadul Ghabah fi Ma’rifati Ash Shahabah
3. Ath Thabaqat Al Kubra, Ibnu Sa’ad.

About admin

Check Also

rocky formations with plants near river

Kenapa Engkau Ingin Hidup?

Sesungguhnya tujuan dari hidup ini bukan hanya sekedar makan dan minum saja. Jika hanya untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *