Home / artikel / Berbakti, Persembahan Terbaik Untuk Kedua Orang Tua

Berbakti, Persembahan Terbaik Untuk Kedua Orang Tua

Penamatan murid kelas 6 Angkatan VIII SDIT Wahdah Islamiyah 01 Makassar yang diselenggarakan bersama dengan Komite Sekolah di Ballroom MaxOne Hotel pada hari Ahad, 28 April 2019 telah menuai haru dan tangis mewarnai kebahagiaan seluruh murid kelas 6 bersama guru dan orangtuanya. Pada sesi muhasabah, semua terdiam dalam padamnya seluruh lampu ruangan.

Ibu… Ayah… ya, kedua orangtua, sebagai topik utama renungan itu. Isakan tangis anak sholeh/ sholehah dalam dekapan orangtuanya mengharu hijau mengantar Prosesi Penamatan. Ibu & Ayah, keduanya sangat penting dan berarti bagi kehidupan seorang anak.

Dalam al-Qur’an Allah Azza wa Jalla menjelaskan pengorbanan orangtua yang sungguh amat berat.

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

Artinya: “Dan kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.” (Q.S. Luqman:14)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي قَالَ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أَبُوكَ

Artinya: Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata; “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sambil berkata; “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku berbakti kepadanya?” Beliau menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “Kemudian siapa?” Beliau menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “Kemudian siapa lagi?” Beliau menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “Kemudian siapa?” Beliau menjawab: “Kemudian ayahmu.” (HR. Bukhari)

Kedudukan yang mulia bagi mereka para orangtua. Merekalah yang paling utama bagi seorang anak berbuat baik kepadanya. Bahkan seorang anak wajib tetap berbuat baik kepada mereka walau perintahnya menyalahi syari’at Allah dan Rasul-Nya.

Semoga moment yang berharga ini dapat membangunkan hati yang lalai. Lalai akan kewajiban sebagai anak untuk berbakti kepada kedua orangtuanya. Lalai dari munajat dan do’a untuk mereka. Persembahan istimewa buat mereka, mari jadikan diri kita sebagai anak yang sholeh/ sholehah yang senantiasa mendoakan keduanya.

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya: “Apabila seorang telah meninggal dunia, maka seluruh amalnya terputus kecuali tiga, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendo’akannya.” (HR. Muslim)

Kita adalah harta mereka. Kita adalah aset terpenting bagi mereka. Karenanya, mari menjadi harta dan aset yang dengannya mengantarkan mereka menuju tempat kebahagiaan yang hakiki, surga Allah Azza wa Jalla.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِىْ ذُنُوْبِىْ وَلِوَالِدَىَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِىْ صَغِيْرًا وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ، وَتَابِعْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ،
رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ، وَلاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلا باللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

Artinya : “Ya Allah, berikanlah ampunan kepadaku atas dosa-dosaku dan dosa-dosa kedua orang tuaku, dan kasihanilah keduanya sebagaimana beliau berdua merawatku ketika aku masih kecil, begitu juga kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat, semua orang yang beriman, laki-laki maupun perempuan yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, dan ikutkanlah diantara kami dan mereka dengan kebaikan. Ya Allah, berilah ampun dan belas kasihanilah karena Engkaulah yang lebih berbelas kasih dan tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan-Mu.”

 

Oleh Ustadz Nasaruddin

Wakil Kepala Sekolah SDIT Wahdah Islamiyah 01

About admin

Check Also

Guru Menerima Hadiah dari Murid?

Rasa terima kasih terkadang diinterpretasikan dengan memberikan sebuah hadiah dari wali murid kepada seorang guru. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *