Home / Covid-19 / BELAJAR ONLINE DARI RUMAH AKIBAT PANDEMI COVID 19

BELAJAR ONLINE DARI RUMAH AKIBAT PANDEMI COVID 19


Tinggal di rumah bersama anak-anak kali ini terasa istimewa, bukan karena libur seperti biasanya, tapi tinggal di rumah karena adanya pandemi Covid 19, yang mengharuskan anak-anak harus belajar online dari rumah. Ini kali pertama buat kita semua. Awalnya agak bingung juga bagaimana anak-anak bisa belajar via online nantinya. Alhamdulillah penjelasan dari ustadz Awi selaku wali kelas 4A1 agak memudahkan untuk proses belajar. Apalagi saya selaku ibu dari ananda Iman dari kelas 4 A1 masih harus masuk kantor karena bekerja sebagai tenaga kesehatan di salah satu Rumah Sakit Umum Daerah di Makassar, jadi tidak bisa mendampingi ananda 24 jam untuk belajar. Alhamdulillah suami termasuk yang work from home, jadi bisa saling berbagi memantau anak2 dalam belajar.
Hari pertama belajar di rumah, ananda masih santai seperti biasa mungkin karena masih terbawa suasana libur hari sebelumnya tapi karena ada tabel kontrol belajar yang harus di isi, membuat ananda jadi terpaksa untuk melakukannya. Saya katakan terpaksa karena biasanya hari libur ananda memang bebas tanpa aktivitas belajar formal supaya ananda bisa rileks dan bisa menerima pelajaran nantinya bila kembali ke sekolah. Alhamdulillah dengan memberi pengertian bahwa kali ini adalah belajar via online, artinya anak-anak harus tetap belajar seperti biasa di sekolah dan tetap dilaporkan ke ustadz akhirnya ananda mengerti juga. Hari pertama seperti biasa ananda dibangunkan untuk shalat subuh dan melakukan aktivitas sendiri, saya bersiap ke kantor. Pengawasan selanjutnya di rumah di lakukan oleh ayahnya. Karena ayahnya ada dalam grup orangtua murid juga jadi bisa langsung memberi informasi kepada ananda bila ada tugas dari sekolah. Saya cuma mengontrol atau mengingatkan via WA tentang tugasnya karena ada dua anak kami yang bersekolah di SDIT Wahdah Islamiyah 01. Sepulang dari kantor barulah menanyakan tugasnya sudah selesai atau belum, dan membimbing bila masih ada tugas yang belum selesai dan selanjutnya menyetor hafalan untuk hari itu. Alhamdulillah ananda bisa melakukan semuanya walaupun banyak drama dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya.

Dan yang menarik dari semua tugas sekolah adalah membuat cerpen setiap hari, ini memotivasi ananda untuk berbuat baik karena akan dia tuliskan di cerpen nantinya. Kalau selama ini mungkin kurang perhatian terhadap sesuatu, kali ini ananda mau bila di suruh buat merapikan tempat tidur, membuat susu adik, menemani adik ke kamar mandi (karena adiknya proses toilet training abangnya yang bersemangat mengajar) menemani adik bermain walaupun di selingi dengan menjahili adik, membersihkan rumah dan mengepel. Walaupun kadang-kadang merasa terpaksa tapi saya percaya kalau hal yang dipaksa bila dilakukan secara terus menerus akan menjadi kebiasaan nantinya. Satu lagi hal yang di tunggu-tunggu ananda adalah bertemu dengan teman-teman dan ustadz via aplikasi zoom. Setiap hari ananda menunggu untuk ada pertemuan via zoom. Ananda semangat mengerjakan tugasnya agar nanti dapat di bahas kalau pertemuan dengan ustadz dan teman-temannya
Alhamdulillah pekan ini ananda bisa melakukannya dengan baik. Dan dengan belajar penuh di rumah semakin membuat kami menghargai betapa besar kesabaran seorang guru, kami saja yang cuma punya 2 anak yang masih bersekolah di tambah seorang balita merasa keteteran dan kadang susah mengontrol emosi. Alhamdulillah juga banyak hikmah dari pembelajaran dari rumah, mengingat waktu lebih banyak bersama suami dan anak-anak tanpa ada kegiatan untuk keluar rumah karena himbauan pemerintah untuk di rumah saja agar dapat memutus mata rantai penyebaran virus corona. Suatu hal yang istimewa karena sebelumnya saya yang selalu tiba di rumah duluan. Kali ini setiap pulang sudah di sambut sama anak-anak dan suami…[bersambung]

Tulisan di atas dari Ummi Imam, Ibu Drg Rita Harianti Ladong. Penasaran kelanjutan kisahnya? InsyaAllah tulisan lengkapnya akan didokumentasikan dalam bentuk buku bersama cerita seru dari orang tua dan murid kelas 4A1 lainnya.

Gajah mati meninggalkan gading

Harimau mati meninggalkan belang

Wah, hewan mati meninggalkan sesuatu untuk dikenang.

Nah, lantas jika ajal telah mempersunting manusia, ingin meninggalkan apa di dunia ini?

Kami mengajak anda menjadi orang tua
untuk saling menginspirasi dari pengalaman melalui tulisan
dalam bentuk cerita atau tips yang seru, unik, lucu,
atau apa saja seputar masa libur 14 hari bersama
keluarga di rumah untuk dimuat di sdwahdah.sch.id
Tulisan dikirim ke sdwahdah@gmail.com

About admin

Check Also

Pembelajaran Digital, Why Not?

Hakikatnya pembelajaran digital bukan hal yang baru dalam dunia pendidikan. Sistem pembelajaran ini sudah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *