Home / artikel / Melukis Dunia dengan Menulis

Melukis Dunia dengan Menulis

Gajah mati meninggalkan gading
Harimau mati meninggalkan belang

Sungguh menakjubkan. Disaat hewan mati, masih sempat meninggalkan sesuatu untuk dikenang dan bermanfaat bagi makhluk hidup yang lain.

Nah, lantas jika ajal telah mempersunting manusia, ingin meninggalkan apa di dunia ini?

Yuk, tinggalkan rekam jejak yang dapat dikenang dan bermanfaat bagi penghuni di dunia ini. Salah satu cara termudah adalah menulis + menulis = buku.

Yakinlah, menulis itu sangat mudah. Kuncinya cuma dua, yaitu:

1. Berdoa kepada Allah

Jangan lupa untuk melakukan kegiatan ini agar mendapatkan kemudahan dari Allah. Selain berdoa kepada Allah adalah Ibadah, doa juga berfungsi untuk mengetuk pintu langit.

2. Menulis

Berikut ini adalah ungkapan indah agar berani menulis dan istikamah diatasnya.

Firman Allah (Kalamullah)

“Yang telah mengajarkan manusia dengan perantara pena” [Al-‘Alaq Ayat 4]

Imam Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah (Ulama)

“Jika seorang penanya bertanya, apakah lupa itu mempunyai obat atau penyembuh? Maka kami katakan: “Lupa itu ada obatnya dengan karunia dari Allah yaitu dengan mencatat. Oleh karena itu Allah memberi nikmat pada para hamba-Nya dengan hal itu mencatat.”

Asy-Sya’bi rahimahullah (Ulama)

“Apabila engkau mendengar sesuatu dari ilmu maka tulislah walaupun di atas tembok.”

Pramoedya Ananta Toer (Novelis Indonesia)

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”

Ken Macload (Penulis fiksi ilmiah dari Skotlandia)

“The secret of becoming a writer is to write, write, and keep on writing.”

“Rahasia menjadi penulis adalah menulis, menulis, dan terus menulis.”

Setelah mengetahui begitu banyak keutamaan dari menulis, hal berikutnya yang harus dilakukan adalah free writing.

Berikut ini tips dan trik free writing agar mudah menulis dan menghasilkan karya buku.

1. Alirkan saja

Tuliskan apa saja yang terlintas dalam pikiran Anda.

2. Tabrak saja

Jangan hiraukan tanda baca, huruf, kata baku dan tidak baku, dan aturan kebahasaan yang lain. Ingat, Anda sedang belajar memulai menulis.

3. Bunuh editor yang ada dalam diri Anda

Fokus saja pada proses (kuantitas). Saat ini, tugas Anda sebagai penulis hanyalah menulis. Jangan khawatir, ada editor yang memperbaiki tulisan Anda.

Semoga Allah memberikan kebaikan dan keberkahan kepada kita semua.

Salam literasi

Sumber inspirasi: Materi pelatihan SAGUSABU Angkatan V dengan tambahan dan modifikasi dari penulis.

About GZ

Check Also

lightning and tornado hitting village

Saat Kemarau, Hujan, dan Badai

Dari Anas bin Malik, beliau menceritakan: Ada seorang laki-laki memasuki masjid pada hari Jum’at melalui …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *