Home / berita / Yayasan Pondok Pesantren Wahdah Islamiyah Pusat Gelar Workshop Guru Berkarya Menulis Buku

Yayasan Pondok Pesantren Wahdah Islamiyah Pusat Gelar Workshop Guru Berkarya Menulis Buku

Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah mengadakan kegiatan literasi untuk para guru-gurunya, dengan tema “Gerakan Literasi Guru Berkarya Menulis Buku”. Kegiatan ini bertempat di aula 3 lantai 2 LPMP Sulawesi Selatan Jl. A.P. Pettarani, Banta-Bantaeng, Makassar, Jumat (25/6/2021).

Kegiatan ini mengundang sebanyak 40 guru mulai dari lingkup SD hingga SMA Se-Yayasan Wahdah Islamiyah. Kegiatan ini dibuka dengan hikmat oleh MC, disusul dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustad Abdul Haris, S.Pd.I. Kemudian, Ketua Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah Pusat oleh Ustad Ir. Nursalam Siradjuddin mengambil alih, untuk memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Dalam sambutannya, Ustadz Nursalam menyampaikan, kegiatan ini sangat penting demi membangkitkan motivasi membaca dan menulis di kalangan guru-guru Wahdah Islamiyah. Para guru diharapkan ke depannya mampu menjadi penulis handal dalam dunia literasi, yang akan memberikan manfaat untuk seluruh lingkungan sekolah, terutama anak didik.

Wahdah Islamiyah tampil untuk ikut andil dalam menyukseskan gerakan literasi Indonesia, sebab sangat disayangkan Indonesia berada pada urutan ke-60 dari 61 negara yang disurvei terkait budaya membaca di dunia. “Oleh sebab itu, kegiatan ini adalah sebuah gerakan, sehingga insyaa Allah tidak akan cukup hari ini saja. Gerakan ini akan terus berlanjut hingga para guru menghasilkan karya,” ujarnya.

Selanjutnya, pembacaan pantun sekaligus materi dibawahan oleh Bapak Zahir Juana Ridwan, S.Sos selaku Pustakawan Muda Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemprov Sulsel yang dimoderatori oleh Kepala Perpustakaan Zaid bin Tsabit SD IT Wahdah Islamiyah 01, A. Anhar, S.Pd.I. Selain itu, Bapak Zahir Juana Ridwan, S.Sos juga melakukan pemberian cendera mata berupa songkok Patonro berwarna merah terang kepada ustadz Nursalam.

Menurut beliau, Patonro wajib dipertahankan sebagai bentuk kecintaan kita kepada tanah air Makassar, di mana kita lahir, hidup, makan, dan lainnya. Ia merasa bangga dan percaya diri menggunakan Patonro ke manapun pergi sebagaimana ketika Sultan Hasanuddin menghadapi penjajahan Belanda dahulu.

Materi inti hari ini dibawakan oleh Bachtiar Adnan Kusuma, S.Sos, M.M, Sekretaris Jenderal Asosiasi Penulis Profesional Indonesia. Materi yang disampaikan oleh pemateri sangat memotivasi, jelas, dan ringan untuk dipahami.

Beberapa inti materi yang disampaikan yakni, sebelum menjadi seorang penulis, seseorang harus memiliki beberapa modal yakni Cerdas, Motivasi, Bakat, Lingkungan, dan Terampil. Kelima modal tersebut bila dipadukan akan melahirkan sebuah Kreativitas dalam menulis. C + M + B + L + T = K.

Secara ringkas Bachtiar Adnan Kusuma, S.Sos, M.M. mengharapkan agar seluruh peserta yang hadir dalam gerakan literasi ini untuk segera memulai menulis, tanpa memperhatikan kode etik kepenulisan. “Mulai saja dulu”, kata penulis parenting dan buku-buku biografi tokoh nasional dan lokal tersebut.

Di akhir sesi Bachtiar Adnan Kusuma, S.Sos, M.M. menugaskan ke seluruh peserta, untuk menuliskan resume kegiatan tersebut.

About Andi Anhar,S.Pd.I

Check Also

ADAKAN ROADSHOW SELAMA 2 HARI, DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN PROVINSI SULAWESI SELATAN MENGUDANG BEBERAPA PUSTAKAWAN SEKOLAH

Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan mengadakan RoadShow dengan mengundang beberapa pustakawan sekolah di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *