
Video yang dirilis resmi dari negara Jepang sejak awal 2019 lalu menandai dimulainya era 5.0. Dalam video itu tampak seorang anak sekolah yang masih muda, tinggal di desa. Handphonenya membangunkan dengan berbicara, bukan dengan suara kringg.. Suaranya seperti suara Ibu yang ramah dengan anaknya. Dia kemudian terburu-buru lari keluar dan menerima paket dari drone yang terbang, bukan lagi kurir yang dirasakan kini. Si Anak gadis tersebut kemudian membuka paketnya yang berisi sepatu sekolah. Setelah mandi dan sarapan, dia kemudian berbicara dengan kulkas yang hampir setinggi dengannya, “Apa rekomendasi sarapan apa pagi ini?” katanya. Kemudian keluar suara dari kulkas menyarankan nama makanan yang ternyata disukai anak gadis tersebut. Kulkas pintar namanya, bisa menyarankan resep dan bahan makanan. Kemudian keluar dari speaker pintar bahwa dia sudah hampir terlambat. “Saatnya berangkat,” kata benda berspeaker itu. Si Gadis yang terburu-buru lantas menoleh dan berbicara dengan speaker pintar tersebut untuk dipesankan makan siang.
Si Gadis kecil kemudian keluar, melewati Neneknya yang sedang memeriksakan diri melalui computer. Sistem konsultasi dokter jarak jauh. “Tekanan darahmu sedang tinggi,” kata seorang dokter yang telah memeriksa Sang Ibu melalui alat pendeteksi tekanan darah dan suhu tubuh otomatis dari rumah. Setelah izin dengan Nenek dan memakai sepatu barunya, Si gadis tersebut kemudian berlari, melewati lorong rumahnya, kemudian melintasi persawahan yang sedang dibajak. Dibajak oleh tractor tanpa awak. Konsep pertanian cerdas untuk produktivitas yang tinggi. Dia kemudian masuk ke dalam supermarket sambil berlari, sambil menempelkan handphonenya di sebuah alat yang ada di kasir. Secepat kilat, pesanan makan yang dipesan melalui speaker cerdas tadi langsung disediakan si pemilik toko. Tanpa mengeluarkan uang dan kartu. Ada system pencatatan data penjualan dan inventaris yang realtime, otomatis.
Di depan supermarket itu kemudian datang seorang temannya yang mengatakan “Oops hampir terlambat”. Bus sekolah tanpa pengemudipun mendekati mereka, transportasi model terbaru . “Bukankah masa depan kita menyenangkan?” bisik Si Gadis menghadap kamera, yang dibalas temannya, ”Apakah kamu mengatakan sesuatu?”
Itulah video gambaran masyarakat 5.0, society 5.0. Zaman yang ingin memanjakan manusia, di mana manusia ingin dibuat menjadi nyaman. Society 5.0 disebut-sebut menjadi solusi untuk revolusi industry yang mendegradasi ummat manusia dari kehidupan yang serba monoton. Sebenarnya perkembangan masyarakat ini merupakan penyempurnaan dari konsep sebelumnya. Dimana diketahui era 1.0 itu adalah era berburu, masyarakat waktu itu masih mempertahankan kehidupannya dengan cara mencari makan. Kehidupannya hanya terbatas pada urusan perut yang mengandalkan alam yang melimpah. Setelah itu kemudian mucul era 2.0 yang ditandai dengan kepandaian masyarakat untuk bercocok tanam. Di era 3.0 kemudian industry berkembang dengan cepatnya. Manusia mulai menemukan mesin yang membantu manusia dalam menjalani kehidupannya. Sekarang, era 4.0. Saat ini, dikenal juga dengan nama era informasi yaitu manusia yang mengenal komputer dengan penerapannya untuk dapat digunakan di dalam kehidupan. Dan, setelah era 4.0, society 5.0 akan segera datang yang akan menjadi bagian hidup masyarakat modern.
Dalam dunia pendidikan, harus segera berbenah dan bangun dari tidur panjang untuk mempersiapkan generasi untuk hidup di era 5.0 ini. Pendidikan yang ada di sekolah saat sekarang ini dirasa masih mengadopsi sekolah era 3.0. Masih sangat ketinggalan. Sekolah di zaman itu dibuat untuk keperluan zaman itu juga dimana zaman teknologi sedang mulai berkembang. Maka diperlukan tenaga terampil dengan keahlian yang sama untuk dapat dipekerjakan dibidang tertentu juga. Hafalan, tidak membantah dan bekerja pada system adalah kunci di era ini.
Agar sukses dan eksis di era society 5.0 ini kita meski melihat kemampuan yang harus dimiliki diantaranya, keinginan untuk berpikir kritis, berpikir kompleks, dan selalu berpikir kreatif. Berpikir kritis untuk masa itu diperlukan karena informasi yang datang akan lebih mudah, tidak diperlukan wkatu untuk membuka lembaran buku, menunggu siaran berita untuk mencari informasi yang ingin kita cari. Akan datang secara terus menerus informasi itu datang dengan serangan yang bertubi-tubi. Maka diperlukan kepandaian untuk berpikir kritis. Berpikir kritis bisa dilatih dengan analogi-analogi pertanyaan sederhana. Bisa dengan pertanyaan sebab-akibat, memperhatikan sumber berita, dan mencari sumber lain untuk menguji kebenaran. Sehingga dengan berpikir kritis maka data, dan infomasi sangat diperlukan.
Berpikir kompleks, memperhatikan masalah secara menyeluruh. Bukan dari satu sisi saja, namun memikirkan dari segala aspek. Komplektifitas berpikir umumnya dilatih dengan cara sumber bacaaan yang banyak, pergaulan yang luas, dan pengalaman dengan perjalanan yang jauh.
Dan yang mesti dimilki di era 5.0 ini adalah kreatifitas. Dengan kreatifitas maka seseorang akan mengembangkan diri. Tidak mudah terkunkung dalam suatu masalah, mudah mencari solusi, dan ingin terus mencari cara baru yang lebih mudah dan efektif.
Dengan meramu ketiga berpikir ini, berpikir kritis, berpikir kompleks dan kreatif maka Pendidikan dan hasil yang ditelurkannya akan mampu melahirkan generasi yang siap menantang society 5.0 ini. Tentu bukan diharap hanya menjadi pemakainya saja, pendidikan berusaha untuk melahirkan yang selain bisa bertahan dan penikmat kenyamanan itu, juga dituntut untuk menjadi masyarakat yang ikut mengembangkan, mencipta, dan melahirkan ide-ide brillian saat masa itu sedang berjalan.
Selain familiar dengan teknologi yang menjadi prasyarat, penguasaan serta kemampuan mengadaptasi serta mengembangkannya akan sangat diperlukan. Pengumpulan data yang massif, kolaborasi dengan berbagai disiplin ilmu, dan kreativitas yang tinggi akan terus dilaksanakan. Kemudian, setelah penguasaan teknologi itu maka dengan nama society didepannya maka konsep humanity harus terus dijunjung di era 5.0. Pematangan prinsip hidup, penguatan spiritual, dan ilmu sosial menjadi bagian terpenting era ini.
Kenyamanan dalam menjalani hidup adalah prinsipnya. Maka dengan mengenali prinsip ini maka akan ditemukan siapa yang akan menjadi pemenang di era yang akan datang ini. Islam dengan berbagai aturan yang telah menjadi prinsip ummatnya diharapkan bisa berperan aktif di era 5.0 ini. Ummat islam tahu cara menjalani hidup dengan baik. Contohnya berdagang yang baik, ada aturan yang menjadi prinsipnya. Maka dengan prinsip yang matang itu, teknologi akan mudah mengenali system berdagang itu. Contohnya di bagian cerita tadi, teknologi akan dengan jujur mengatakan, tidak mudah terprovokasi dan akan terus bertahan dari prinsip yang telah diberikan. Alat akan membangunkan sesuai waktunya, alat akan selalu jujur dengan melihat realitas yang ada. Begitu juga dalam islam, tidak ada persoalan yang menjadi abu-abu, karena ada prinsip-prinsip yang harus dipegang.
Olehnya itu, sekolah dengan penanaman karakter yang kuat akan menjadi pemenang di era 5.0 ini. Tentunya tidak mudah, namun dengan mengerti apa yang harus dimiliki sepertinya akan memperkuat posisi. Memegang teguh prinsip, konsep memberikan fasilitas kenyamanan dengan memegang teguh prinsip kemanusiaan maka dialah yang akan menjadi pemenang. Maka persiapkan dirimu, persiapkan sekolahmu untuk zaman society 5.0 ini.
penulis : Munawir Taufik | Guru
