Home / artikel / SAYAP YANG PERNAH RAPUH
photo of yellow and blue macaw with one wing open perched on a wooden stick
Photo by Couleur on Pexels.com

SAYAP YANG PERNAH RAPUH

Sejenak terdiam bukan untuk vakum dari keberadaan sebagai manusia namun untuk kembali mengambil ancang-ancang yang kuat agar bisa kembali berlari dengan jarak tempuh yang tidak stagnan, terus melaju dengan pencapaian yang mengarah ke atas. Mentadabburi firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam alquran.

QS. Ali Imran: 144

“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa yang berbalik ke belakang. maka ia tidak dapat mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya.”

Allah Ta’ala menetapkan kedudukan Rasul yang utama yang diutus kepada manusia. Pun dengannya, juga berlaku akan adanya kehidupan yang diikuti oleh kematian bahkan untuk seorang rasul pun. Dan, termasuk tanda orang yang bersyukur adalah mereka yang menjalankan ketaatan kepada Nya, berperang membela agama Nya, dan mengikuti Rasul Nya, baik sewaktu beliau masih hidup ataupun sudah wafat.

QS. Ali Imran: 145

“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.”

Tidak ada seorang pun yang mati melainkan berdasarkan takdir Allah dan setelah ia memenuhi waktu yang telah ditetapkan oleh Allah untuknya. Jikalau seorang rasul pun wafat apalagi diri kita. Sedangkan kematian itu adalah ketetapan atas diri manusia bahwa semua yang hidup pasti akan bertemu dengan kematian.

QS. Ali Imran: 146

“Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.”

Para pengikut Rasulullah yang bertakwa, dalam keadaan mereka ditimpa musibah dan di antara ujian-ujian yang mereka hadapi, mereka tidak menjadi lemah, semangat juang mereka tidak menjadi kendur. 

QS. Ali Imran: 147

“Tidak ada doa mereka selain ucapan: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

Menurut Muhammad ibnu Ishaq, As-Saddi, dan Qatadah, semangat juang mereka sama sekali tidak pernah kendur karena bencana yang menimpa mereka, yaitu ketika nabi mereka terbunuh. mereka tidak mengucapkan kecuali hanya doa tersebut. Mereka senantiasa memperbanyak memohon ampunan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

QS. Ali Imran: 148

“Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.”

Karena kesabaran mereka untuk senantiasa bertakwa kepada Allah meski dalam musibah yang menimpa, maka Allah Ta’ala memberikan pahala berupa pertolongan, kemenangan, dan akibat yang terpuji dan dihimpunkan bagi mereka pahala di dunia dan pahala akhirat. 

Wahai jiwa yang tenang…

Menjadi pribadi yang bertakwa mungkin bukan hal yang mudah namun tidak menjadi keniscayaan untuk mewujudkannya. Berkaca pada generasi yang hidup di masa kenabian. Tribulasi yang kita dapatkan hari ini pun telah dilalui oleh para Salaful Ummah. Bahkan ujian perjuangan yang mereka alami jauh lebih berat dan membutuhkan keistiqomahan yang lebih dalam. 

Apapun profesi yang kita jalankan dengan kekhasannya, seberapa banyak pun rutinitas yang kita lakukan, tetaplah menjadi hamba yang bertakwa dalam hal tersebut. Berikan hak kepada ruh dengan menuntut ilmu dengan hak jasad untuk dipekerjakan dalam amanah dakwah. Seperti sayap yang pernah rapuh meski letih patah berulang-ulang namun ia akan tetap mengepak terbang menyusuri langit tanpa batas.

Keep hamasah di jalan Allah 

_harnida_

Referensi:

Tafsir Ibnu Katsir

About admin

Check Also

rocky formations with plants near river

Kenapa Engkau Ingin Hidup?

Sesungguhnya tujuan dari hidup ini bukan hanya sekedar makan dan minum saja. Jika hanya untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *