Home / artikel / Hidup! Antara Belajar dan Mengajar
child taking classes online
Photo by August de Richelieu on Pexels.com

Hidup! Antara Belajar dan Mengajar

Mengapa kita Belajar?

orang sosial bilang kita perlu belajar untuk “bertahan hidup”, orang matematika bilang kita perlu belajar agar kita bisa menyelesaikan masalah, orang bahasa bilang kita perlu belajar agar berbudi bahasa, orang agama bilang agar kita menjadi hamba yang taat, orang science bilang agar kita tahu alam dan lingkungan, orang psikologi bilang agar kita bisa memahami orang lain.

Mengapa kita mengajar?

Apakah karena pekerjaan? oh memang ini pekerjaan, dalam Islam disebutnya amal dan niat atau keinginan hati kita yang menjadikannya amal soleh

Apakah mengajar itu hoby? lebih dari hobi, mengajar adalah suka cita dalam belajar, pembelajar sejati belajar terbaik dengan cara mengajar

Apakah mengajar tugas atau kewajiban? Mengajar bukan semata pekerjaan tapi peran kekhalifahan, setiap orang adalah pengajar dan pembelajar, semua guru semua murid, kita adalah guru dan murid kehidupan.

Mengajar bukan hanya profesi tapi peran keabadian, karena setiap manusia diberi tugas menyeru, menyeru pada kebaikan, di rumah menjadi suami menjadi imam, menjadi pemimpin yang melindungi dan mengayomi, menjadi istri menjadi pendamping pusat cinta dan sakinah, menjadi ayah dan ibu menjadi guru abadi dan keteladanan bagi anak-anak.

Di pasar menjadi guru kejujuran dalam bermu’amalah, di atas panggung atau media sosial mengajarkan etika berbicara, unjuk diri, unjuk keahlian, di industri kreatif mengajarkan keindahan, kreativitas, efisiensi, dan efektivitas.

Di pengadilan mengajarkan keadilan, kepatuhan, dan ketaatan, di dalam pemerintah mengajarkan bahwa kekuasaan adalah jalan untuk menegakkan kebenaran, di jalan mengajarkan ketertiban, keteraturan.

Di rumah sakit mengajarkan pelayanan, berharganya kehidupan dan memperjuangkan mereka yang kita cintai, di restoran mengajarkan makanan yang disajikan dengan ketulusan, kecintaan, dan keinginan menyajikan yang terbaik.

Di taman dan kebun atau sawah mengajarkan kehidupan sejati dimana Allah berperan luar biasa menumbuhkan biji menjadi tunas, menjadi pohon, menjadi buah.

Hidup ini adalah tentang belajar dan mengajar, tentang menuntaskan peran menyeru pada kebaikan, pada kesejatian penciptaan hingga ketika kembali pada keabadian, kita kembali dengan jiwa yang tenang

“Ya ayyuhan nafsul muthmainnah, irji’i ila rabbiki radhiyatam mardhiyyah. wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati puas lagi diridhai-Nya

Wallahu’alam bisshawab

Temukan Big Why Hidupmu, oleh By Sri Haryati (Hebat Sul-Sel)

About admin

Check Also

rocky formations with plants near river

Kenapa Engkau Ingin Hidup?

Sesungguhnya tujuan dari hidup ini bukan hanya sekedar makan dan minum saja. Jika hanya untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *