Home / artikel / Guru yang Kreatif
writer working on typewriter in office
Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Guru yang Kreatif

Apakah kreativitas itu? Banyak pula yang berpandangan bahwa kreativitas adalah kemampuan membuat sesuatu yang hasilnya sangat bagus. Pandangan ini tidak sepenuhnya salah. Tapi juga belum sepenuhnya benar.

Kreativitas tidak terbatas pada kemampuan menghasilkan sebuah benda atau barang, tetapi juga pada ide, cara pandang, dan pemecahan masalah. Kreativitas merupakan kemampuan dalam mempersepsi atau melakukan sesuatu dan memecahkan masalah dengan cara baru yang tidak terbatas pada tidak biasa.

Kemajuan dalam berbagai bidang seperti yang terjadi sekarang dipandang sebagian orang membunuh atau menghambat potensi kreatif seseorang. Anak dengan mudah mendapatkan mainan, tidak perlu membuatnya sendiri seperti zaman dulu. Teknologi yang semakin mudah dipakai dan dan multi guna serta mampu mengakses berbagai hal membuat orang malas berpikir.

Benarkah hal tersebut mengakibatkan daya kreatif akan berkurang? Perkembangan teknologi membuat orang lebih mudah dalam menjalankan aktivitasnya, karena banyak peralatan yang bisa membantu. Dengan demikian orang pun punya waktu untuk mengerjakan hal lainnya atau waktu luang yang lebih banyak. Waktu luang yang ada jika hanya dipakai untuk kegiatan yang bersifat pasif, misalnya habis untuk menikmati hiburan, bisa jadi kemajuan zaman membuat orang tergerus daya kreatifnya.

Di lain pihak, bila teknologi dipakai untuk menjawab tantangan jaman maka sebenarnya tidak ada potensi kreatif yang hilang. Terlebih kreativitas bukan hanya terbatas pada produk berupa barang, tetapi juga ide, gagasan, dan pemikiran. Kalau cara berpikir kita seperti ini, maka semakin maju semakin besar tuntutan untuk mampu berpikir kreatif. Karena pada dasarnya tantangan kehidupan tidak semakin berkurang, tetapi bertambah demikian banyak dan kompleks.

Nah, apa yang bisa kita lakukan? Kebutuhan akan daya kreatif yang demikian besar, mau tidak mau membawa kita kepada pemikiran bahwa kita perlu mempersiapkan generasi yang mampu mengembangkan kreativitasnya. Mengapa demikian? Karena kreatívitas merupakan sebuah potensi, tidak akan keluar dan menjadi manifestasi jikalau tidak ada usaha untuk menumbuhkannya. Artinya, kreativitas perlu lahan dan suplemen agar tumbuh dan berkembang dengan baik.

Sekolah téntu saja tak lepas dari tanggung jawab menyediakan lahan dan suplemen tersebut. Bahkan posisi sekolah cukup strategis, mengingat sebagian besar waktu anak-anak dilalui di sekolah. Ujung-ujungnya pasti akan sampai di pembelajaran. Masalahnya adalah apakah gurunya sudah kreatif?

Guru harus kreatif. Kunci untuk mengasah kreativitas adalah keterbukaan terhadap segala kemungkinan, keterbukaan terhadap hal-hal baru, dan menghargai setiap pemikiran. Paradigmanya adalah tidak ada pemikiran yang aneh atau konyol, semuanya mungkin saja.

Kunci sukses lainnya dalam memacu kreativitas adalah banyak humor. Suasana santai sering menumbuhkan solusi aneh untuk memecahkan suatu problem.

Seorang guru yang kreatif menunjukkan rasa ingin tahu yang besar. la sangat mandiri dalam belajar dan sangat percaya diri terhadap gagasannya.

Untuk menjadi orang yang kreatif, pikiran yang positif adalah modal utama. Dr. John Langrehr mempunyai formula untuk berpikir positif dengan akronim FIRST.

F adalah fantasi. Anak kecil umumnya lebih kuat daya fantasinya dibandingkan dengan orang dewasa. Mengapa? Salah satunya karena orang dewasa sudah terkontaminasi oleh pendidikan formal yang kurang menghargai fantasi.

Selanjutnya adalah I, yaitu inkubasi. Orang yang kreatif itu tidak buru-buru. la akan membiarkan ide-idenya mengendap untuk beberapa waktu, sambil memikirkan solusi kreatif lainnya yang bisa jadi lebih baik. Kalau Anda terbiasa menggunakan mind mapping, sangat mudah memahami bahwa satu ide akan memantik ide-ide lainnya.

R adalah risiko. Bisa jadi ide kreatif akan mengalami kegagalan atau tidak diterima orang lain. Orang yang kreatif harus berani mengambil risiko. Sesuatu yang hebat tidak tercipta begitu saja, ia akan menempuh masa kegagalan dan perbaikan. Yang pasti sesuatu tidak akan pernah menjadi kenyataan kalau tidak pernah dibuat, baik itu benda atau ide pemikiran.

S, sensitivitas. Seorang pemikir kreatif sering mengamati benda, baik yang dibuat manusia atau yang alami. la selalu mengajukan pertanyaan mengapa bentuk, bahan, desainnya seperti itu. Mengapa susunan huruf di keyboard seperti itu? Mengapa tulisan hurufnya tidak di tengah, tapi di sisi kiri atas? Mengapa tombol hurufnya berbentuk persegi yang sudutnya tidak tajam? Biasakan menganalisis desain kreatif yang ada di sekitar kita.

Terakhir T, titillate (bergairah). Ide kreatif akan mengalir saat kita dalam kondisi penuh semangat. Otak memerlukan suasana yang rileks agar dapat berpikir kreatif secara efektif. Dalam keadaan rileks, gelombang yang mengalir dalam otak adalah gelombang theta, dan otak menghasilkan endorfin (molekul bahagia). Dua faktor ini diperlukan saat kita berkonsentrasi tinggi untuk menghasilkan pemikiran kreatif.

Kreativitas bagi seorang guru itu sangat penting. Hanya guru yang kreatiflah yang bisa sukses. Kita tahu, tantangan dunia pendidikan akan semakin kompleks. Menghadapi permasalahan dan tantangan yang kompleks tanpa kreativitas dapat dipastikan akan menemui jalan buntu.

Guru yang kreatif akan punya banyak ide dan solusi dalam menghadapi setiap masalah. la adalah sosok yang tidak mengeluh dan pantang menyerah.

Kekuatan guru kreatif adalah ia selalu memandang sebuah masalah sebagai sebuah tantangan dan peluang. Baginya, menjawab tantangan dan memanfaatkan peluang untuk berkembang adalah sesuatu yang membahagiakan.

Dapat dibayangkan bila sikap kreatif ini dimiliki oleh semua guru, Indonesia akan mengalami percepatan dalam banyak bidang karena muncul sumber daya manusia unggul hasil pendidikan terbaik yang digagas dan dilaksanakan oleh guru-guru kreatif.

Guru yang kreatif terlihat dari cara dia menjalankan proses pembelajaran. Guru yang kreatif akan merancang pengalaman belajar yang baru bagi muridnya. Pengalaman belajar yang selalu baru membuat murid bergairah belajar.

Dalam proses pembelajaran, murid-murid memperoleh kesempatan mengembangkan ide-ide baru. Mereka selalu distimulasi untuk mampu berpikir kreatif dan menemukan solusi-solusi baru.

Murid juga dilatih untuk menghasilkan produk-produk baru yang berbeda dengan sebelumnya. Setelah itu, hasil pembelajarn dikomunikasikan dengan media yang kreatif pula.

Jadi, guru kreatif akan mengajak murid-muridnya menjadi orang yang kreatif pula.

Untuk mampu melaksanakan hal tersebut, guru harus memiliki pengetahuan tentang karakater dan kebutuhan siswa kreatif, terampil mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (high order thinking skills /HOTS), terampil dalam mengembangkan memecahkan masalah, serta menghargal proses dan produk kemampuan murid untuk kreatif.

ditulis dari buku Guru Merdeka Guru Berdaya, Suhud, S.S

About admin

Check Also

lightning and tornado hitting village

Saat Kemarau, Hujan, dan Badai

Dari Anas bin Malik, beliau menceritakan: Ada seorang laki-laki memasuki masjid pada hari Jum’at melalui …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *