Home / Parenting / Anak-anak, Dahulu dan Sekarang⁣
action blur car child
Photo by Nubia Navarro (nubikini) on Pexels.com

Anak-anak, Dahulu dan Sekarang⁣



Menurut Dr Abdulkarim Bakkar dalam kitab Ibnu zamânih, yang membedakan generasi sekarang dengan generasi dahulu adalah pada lingkungan. Sedang secara fitrah, anak-anak dahulu dan sekarang tetaplah sama, meski berbeda ruang dan waktu. Begitupun secara fisik. Tetap sama. ⁣

Tidak ada yang memungkiri jika fitrah anak suka bermain. Dahulu maupun sekarang, yang berbeda adalah soal cara. Dahulu anak-anak tumbuh dengan alam. Lumpur, tanah, dan pepohonan. Kegembiraan mereka ada diluar tembok rumah. Berbeda dengan hari kegembiraan mereka (mungkin) terbatas gambar dan video. ⁣

Maka mendidik anak hari ini memerlukan seni. Zaman berubah cara pandang kita dengan anak-anak tentang zaman pun berbeda. Tentu boleh. Yang harus sama adalah tentang prinsip nilai. Pandangan baik buruk menurut timbangan agama. Maka didiklah anak dengan zamannya. Bukan zaman kita. ⁣

Penting menanamkan nilai kepada anak kita. Tapi itu saja tak cukup. Sebab kita mendidik bukan untuk menjadikan mereka malaikat, diciptakan dengan satu sifat. Sesuai fitrahnya setiap anak membawa dua sifat yang berkebalikan. Dalam istilah ulama Alkhutut Al-Mutadhodah, arah berlawanan. Rasa mencintai dan membenci, senang dan sedih, menangis dan tertawa. Semua potensi itu baik jika diarahkan dengan benar. ⁣

Kata Imam Abu Hanifah tidaklah termasuk orang bijak mereka yang mengajarkan tentang kebaikan namun lupa mengenalkan tentang keburukan. Seperti mengajarkan tentang keadilan tanpa mengenalkan tentang kezaliman. Karena bisa saja seorang jatuh pada kezaliman sedang dia tidak menyadari. ⁣

Sumber : @teladanpendidikan⁣

About admin

Check Also

two kids playing beside glass windows

Jadilah Guru Keluarga [1]

Dalam pandangan Islam, pendidikan anak pada dasarnya menjadi tanggung jawab orang tuanya, bukan tanggung jawab …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *