Makassar, sdwahdah.sch.id – Bagi keluarga besar SD Islam Terpadu (SDIT) Wahdah Islamiyah 01 Antang, sosok Pak Ansir tentu sudah tidak asing lagi. Senyum ramah dan gerobak bakso somay miliknya telah menjadi bagian dari kenangan masa sekolah. Tak hanya digemari oleh para siswa saat jam istirahat, cita rasa somay dan keramahan Pak Ansir juga sangat dikenal oleh para orang tua murid, bahkan dirindukan oleh para alumni yang pernah bersekolah di sini.
Namun, di balik kehangatan senyumnya saat melayani anak-anak SD Wahdah, tersimpan kisah perjuangan hidup yang luar biasa. Pria asal Moncongloe, Kabupaten Maros ini merupakan seorang ayah tunggal yang harus berdiri tegar membesarkan ketiga buah hatinya seorang diri, pasca sang istri tercinta berpulang akibat penyakit kanker.
Beralih dari usaha kantin menjadi penjual bakso somay di lingkungan SD Wahdah 01 adalah pilihan hati Pak Ansir. Langkah ini ia ambil agar tetap bisa mencari nafkah yang berkah sekaligus membagi waktu untuk mendampingi anak-anaknya. Saat ini, dua anaknya tengah menimba ilmu di pondok pesantren, sementara satu anak lainnya membutuhkan perhatian ekstra karena mengalami keterlambatan bicara (speech delay).
Perjuangan Pak Ansir tidak selalu berjalan mulus. Keterbatasan modal sering kali menjadi ujian tersendiri. Tak jarang, uang yang seharusnya diputar untuk menggiling bahan baku somay terpaksa terpakai demi menutupi kebutuhan harian dan biaya pendidikan ketiga anaknya.
Keteguhan hati sosok yang dicintai warga sekolah ini akhirnya mengetuk kepedulian banyak pihak. Melalui lembaga amil zakat Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ), uluran tangan kebaikan hadir menyapa Pak Ansir. Pada Jumat (23/10/2026), WIZ menyalurkan bantuan modal usaha melalui Program Pemberdayaan Ekonomi yang bersumber dari dana zakat para donatur.
“Bantuan ini disalurkan secara tepat sasaran untuk membantu Pak Ansir memenuhi kebutuhan produksi, menjaga keberlanjutan usahanya, serta mendukung kemandirian ekonomi keluarganya,” ujar Muhammad Dwi Aprinandhi, fasilitator Program WIZ.
Kisah Pak Ansir menjadi pelajaran berharga bagi seluruh keluarga besar SD Wahdah tentang arti ketabahan, tanggung jawab, dan ikhtiar seorang ayah yang pantang menyerah demi masa depan dan pendidikan agama buah hatinya.
Semoga dengan adanya dukungan modal usaha ini, Pak Ansir dapat terus berjualan dengan tenang, menyapa anak-anak kita di sekolah, dan mengantarkan putra-putrinya menjadi generasi yang saleh dan sukses. Terima kasih kepada para donatur dan seluruh orang tua murid yang senantiasa mendoakan serta mendukung usaha Pak Ansir selama ini. []
