Home / artikel / SUNNAH DI HARI RAYA: MEMAKAI PAKAIAN PALING BAGUS YANG DIMILIKI

SUNNAH DI HARI RAYA: MEMAKAI PAKAIAN PALING BAGUS YANG DIMILIKI

Al-‘Allamah Shalih al-Fauzan hafizhahullah pernah berucap,

Seorang muslim juga disunnahkan untuk berpenampilan bagus dengan memakai pakaian terbaiknya. Berdasarkan hadits Jabir,

كانت للنبيِّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّم جُبَّةٌ يَلْبَسُها في العِيدَيْنِ ويومَ الجُمُعةِ

“Nabi Muhammad ﷺ memiliki pakaian yang khusus beliau gunakan untuk dua hari raya ‘idul fitri & idul adhaʼ dan hari Jum‘at.” Diriwayatkan Ibnu Khuzaimah dalam shahih-nya.¹

Juga riwayat dari Ibnu Umar, bahwa beliau memakai pakaian terbaiknya pada dua hari raya. Diriwayatkan oleh al-Baihaqi dengan sanad yang baik.


¹ Sanad riwayat dari Imam Ibnu Khuzaimah (1766) di atas dinilai dha‘if oleh Syaikh Nashir. Walau demikian, anjuran agar memakai pakaian terbaik di hari raya ditunjukkan oleh beberapa hal lain:

1️⃣ Pertama, hadits dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma,

وَجَدَ عُمَرُ حُلَّةَ إِسْتَبْرَقٍ تُبَاعُ فِي السُّوقِ فَأَتَى بِهَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ابْتَعْ هَذِهِ الْحُلَّةَ فَتَجَمَّلْ بِهَا لِلْعِيدِ وَلِلْوُفُودِ

“Umar pernah melihat pakaian dengan bahan sutra tebal yang dijual di pasar, lalu beliau membawanya ke hadapan Rasulullah ﷺ seraya berkata, ‘Wahai Rasulullah, belilah pakaian ini agar Anda berpenampilan bagus di hari raya dan ketika menjamu para utusanʼ…”

📖 H.R. Al-Bukhari (3054) dan Muslim (2068)

Tentunya Rasulullah ﷺ menolak karena jenis pakaian tersebut berasal dari sutra yang haram dipakai oleh laki-laki, namun beliau tidak mengingkari perkataan Umar bin Khatthab “… agar Anda berpenampilan bagus di hari raya dan ketika menjamu para utusan.”

Karena itu, saat menjelaskan hadits ini, al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah berkata,

وقد دل هذا الحديث على التجمل للعيد، وأنه كان معتادا بينهم… وهذا التزين في العيد يستوي فيه الخارج إلى الصلاة والجالس في بيته، حتى النساء والأطفال.

“Hadits ini ialah dalil dianjurkannya berpenampilan bagus di hari raya dan menunjukkan bahwa hal itu telah biasa di kalangan mereka…

Dan (anjuran) untuk tampil dengan pakaian yang bagus di hari raya ini berlaku untuk yang pergi shalat id maupun yang hanya di rumah saja, termasuk para wanita dan anak-anak.”

📖 Fathul Bari, 8/413 dan 8/420.

🗒️ Catatan:

01 – Kalaupun sebagian di antara kita ada yang tidak melaksanakan shalat id di lapangan karena kondisi pandemi seperti saat ini, maka tetap dianjurkan untuk menggunakan pakaian yang bagus, karena sunnah ini terkait dengan hari raya, bukan sebatas shalat id. Dan dalam perkataan Ibnu Rajab rahimahullah di atas, “… berlaku untuk yang pergi shalat id dan yang hanya di rumah saja.”

02 – Sebagai pengingat pula, pakaian indah bagi wanita bukan artinya pakaian yang memamerkan aurat, indah namun tetap sopan; dan hanya ia gunakan ketika bersama para wanita dan para mahramnya. Telah lewat penjelasan asy-Syaikh Shalih al-Fauzan tentang kriteria pakaian wanita saat keluar rumah, yaitu pakaian biasa yang tidak mengundang kekaguman orang yang melihatnya.

2️⃣ Dasar kedua disunnahkannya berpenampilan bagus di hari raya ialah karena hal itu diamalkan oleh sahabat Nabi ﷺ. Di antaranya Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, sebagaimana diterangkan oleh asy-Syaikh al-Fauzan hafizhahullah di atas.

3️⃣ Ketiga, adanya pernyataan bahwa seluruh ulama sepakat akan dianjurkannya hal itu. Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata,

ولا خلاف بين العلماء – فيما نعلمه – في استحباب لبس أجود الثياب لشهود الجمعة والأعياد.

“Tidak ada perbedaan pandangan di kalangan ulama -sebatas yang kami ketahui- bahwa dianjurkan menggunakan pakaian yang terbaik untuk menghadiri Jum‘atan dan shalat id.”

📖 Fathul Bari, 8/119.

✍ — Hari Ahadi
— Ta’liq Bab Shalatul ‘Idain | Al-Mulakhkhas al-Fiqhi lil ‘Allamah al-Fauzan


About admin

Check Also

8 Adab-adab Berkaitan dengan Masjid

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin rahimahullah ditanya, “Sebagian orang ada yang membawa anak mereka yang belum …

Leave a Reply

Your email address will not be published.