Home / berita / Menjadi Keluarga Tangguh Sepanjang Masa

Menjadi Keluarga Tangguh Sepanjang Masa

Malam Ahad, 03 Oktober 2020 tepatnya pukul 20.00 WITA. Ustaz Abdul Razak Yusuf sebagai moderator menyambut kehadiran para ustaz dan ustazah bersama keluarga di room zoom. Mereka berkumpul untuk mengikuti pengajian guru dan pegawai bersama keluarga dengan tema “Menjadi Keluarga Tangguh Sepanjang Masa” yang disampaikan ustaz Ir. Muhammad Qasim Saguni, MA. Program dari pengelola sekolah yang bertujuan mempererat silaturahmi antar keluarga, pegawai, dan guru SDIT Wahdah Islamiyah 01.

Dentingan jam semakin menuju malam, semangat para guru dan keluarga serasa pagi. Menunggu pemaparan materi sebagai bekal hidup yang tangguh nan harmonis dalam menghadapi masa pandemi dan pembelajaran online yang masih berlanjut.

Sebelum melanjutkan ke acara inti, ustaz Drs. Jasman Ali Nur selaku Kepala SDIT Wahdah Islamiyah 01 memberikan sambutannya. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pegawai, guru, dan keluarganya yang ikut hadir memenuhi undangan. Berterima kasih atas pengertian para keluarga guru, baik suami, istri, orang tua, kakak, adik, maupun anak-anak. Tak lupa beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja guru selama pembelajaran online. Meskipun kita ketahui bersama, waktu bersama keluarga menjadi berkurang. Namun, hal tersebut tidak mengurangi profesionalitas sebagai guru. Sehingga bisa jadi waktu bersama keluarga bisa terganggu.

“Menjadi kelurga tangguh bukan hanya di masa pandemi, tapi menjadi keluarga tangguh disepanjang masa, sampai masa ini berakhir dan kita mengijjakan kaki di akhirat. Semoga Allah berkenan mengumpulkan kita dan keluarga-keluarga kita dalam surga-Nya.” ucap Ustaz Ir. Muhammad Qasim Saguni, MA, sebelum memulai ceramahnya.

“Barometer kesuksesan adalah ketangguhan”, ucap ustaz Qosim yang dikenal sebagai praktisi parenting islam di Wahdah Islamiyah. Beliau membuka materinya dengan ungkapan yang mengantarkan kita pada modal awal untuk meraih sebuah KESUKSESAN adalah KETANGGUHAN.

Ada 4 pilar keluarga tangguh:

  1. Menahan Lidah (baca: ucapan) adalah bagian dari komunikasi
    Komunikasi adalah pilar utama kebahagian. Maka berbicaralah dengan baik. Dan siapa yang paling berhak untuk menikmati kebaikan kita? Mereka adalah orang tua, pasangan, dan keluarga. Dan tidaklah pantas orang lain menikmatinya, sedangkan keluarga telah sangat berjasa tidak menikmatinya. Kata-kata ajaib (afwan, minta tolong, tabe, syukron, dan yang lainnya) sering kali kita gunakan untuk orang lain, bukan untuk keluarga.

Yang menimbulkan permasalahan dan konflik dalam berumah tangga disebabkan komunikasi yang buruk. Komunikasi yang baik adalah dengan cara menjaga lidah. Jika ingin memiliki keluarga yang tangguh maka sering-sering memberikan pujian untuk keluarga (pasangan).

  1. Lapangkan rumahmu
    Rumah ukuran 5×4 itu sudah lapang jika perasaan orang di dalamnya lapang. Cara melapangkan rumah secara maknawi, yaitu penghuni rumah harus memperbanyak rasa syukur dan melakukan berbagai amal ketaatan. Terangi rumah dengan cahaya Alquran, serta menjauhi maksiat.
  2. Tangisilah kesalahan

Pilar ketiga untuk meraih keluarga tangguh yaitu menangisi kesalahan yang diperbuat.

Dalam berumah tangga, tentu akan ada momen pasangan kita melakukan sebuah kesalahan. Namun, syariat tidak mengajarkan kita untuk mencari-cari kesalahan. Karena untuk menjadi keluarga yang tangguh adalah dengan tidak melupakan kebaikan-kebaikan diantara kamu.

Syekh Musyabbab mengatakan, ”Sebab pertama konflik dalam berumah tangga dikarenakan adanya dosa yang dilakukan.” (Al-Ankabut : 40).

3. Pengaturan waktu (Qs. Al-Asr)
Dikatakan tangguh apabila ada manajmen waktu di dalamnya. Keluarga itu sukses kalau mereka menghargai waktu.

Setelah memaparkan materi intinya, Ustaz Qosim kemudian memberikan nasihat untuk mengatur waktu.

Tips mengatur waktu

  1. Bisakan tertib dan teratur
  2. Selalu terencana
  • Awali dengan draf rencana
  • Harus ada target
  • Buat rencana cadangan
  • Disiplin dalam rencana
  • Adil dalam membuat perencanaan.

Ustaz Qosim kemudian memberikan nasehat untuk mengatur waktu sebaik mungkin. Salah satunya adalah dengan melakukan pekerjaan “sambil”, dan berharap semoga kita semua menjadi keluarga yang tangguh.

Jam menunjukkan pukul 22.03 WITA yang menandakan pengajian di malam Ahad telah berakhir dengan syahdu. Room meeting segera ditinggalkan semua peserta, kembali bercengkrama dengan keluarga di rumah masing-masing. Semoga Allah memberikan kesempatan untuk kembali hadir dalam majelis ilmu yang berkah. [ratih]

Editor: Guru Zubair

About admin

Check Also

Raih Sekolah Adiwiyata Tingkat Kota, Kabarnya Di Hari Jum’at

Jum’at ba’da ashar adalah hari yang paling ditunggu oleh kaum muslimin untuk mengetuk pintu langit …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *